Halal bi halal PCINU UK: Dakwahkan Islam Berakar Kuat di Inggris

London, UK—Nahdlatul Ulama (NU) terbukti bisa mendakwahkan Islam yang berakar kuat di Indonesia. Tanpa mencerabut akar kearifan lokal Indonesia, justru NU hadir mengakulturasikan budaya lokal dengan syariat Islam. Karenanya, nilai-nilai sosial dan budaya yang sudah berakar kuat di masyarakat tidak tercerabut dan justru Islam datang membawa pencerahan.

Demikian disampaikan oleh Paul Salahuddin Armstrong, Managing Director British Muslim Association, saat hadir di acara Halal Bi Halal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCINU UK) di Indonesian Islamic Centre London, Minggu (28/4).

Menurut Paul, NU sangat cocok untuk berkembang mendakwahkan Islam di Inggris. Ia berharap, perjalanan dakwah yang telah dilakukan NU di Indonesia juga bisa dikembangkan di Inggris. Sehingga, nantinya Islam yang subur di Inggris juga tumbuh sesuai nilai-nilai masyarakatnya.

“Ibaratnya, bukan menebang pohon (NU) dari Indonesia kemudian ditancapkan di bumi Inggris. (Tetapi) kita bawa benih Islam Indonesia, lalu ditanam di Inggris dan nanti akan berkembang di Inggris ini. Sebagaimana yang sudah dilakukan NU di Indonesia, kami berharap NU juga bisa melakukannya di Inggris,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fitra Roman Cahaya, Rois Syuriyah PCINU UK menekankan pentingnya kiprah NU untuk menyesuaikan konteks lokal.

“Jadi isu-isu yang kita perhatikan memang harus sesuai dengan konteks lokal. Misalnya soal makanan, mungkin di Indonesia kurang relevan membahas makanan vegan apakah selalu halal. Kalau di Inggris kan, ada ham vegan itu cukup ramai pembahasannya,” katanya.

Ketua PCINU UK Rosyid Jazuli, mengatakan bahwa pada akhirnya setiap orang bukan hanya warga negara Indonesia saja tapi juga bisa menjadi warga dunia. Sehingga, konteks global dan kearifan lokal Inggris memang sesuatu yang niscaya untuk menjadi pusat pembahasan. Dengan demikian, sebagai warga global masyarakat Indonesia juga bisa ikut mewarnai sejarah peradaban.

“Dalam hal ini, PCINU UK harus mengambil peran untuk berkiprah menjadi diplomat akar rumput di Inggris dan dunia,” tandasnya.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, Khairul Munadi menambahkan, kolaborasi juga penting untuk selalu dilakukan oleh PCINU UK. Kolaborasi ini menurutnya, bukan hanya kepada sesama organisasi masyarakat Indonesia dan perwakilan pemerintah Indonesia yang ada di UK, tetapi juga dengan masyarakat lokal Inggris.

Dalam sharing session pengurus setelah halal bi halal, Sekretaris PCINU UK Abdul Syakir juga mengungkapkan harapannya ke depan dibentuk lokalitas NU di tiap kota besar atau gabungan beberapa kota, semacam MWC di Indonesia. Selain itu perlu juga mengurus legalitas agar menjadi organisasi terdaftar sesuai aturan lokal. Sehingga jangkauan kita semakin luas dan mengakar.

Kolaborasi dan jangakauan dakwah yang luas, tentunya akan bermanfaat bagi roda organisasi dan dakwah Islam.

“Bahkan saya berkeyakinan, bagi pengurusnya insya Allah berkah silaturahim ini bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” kata Ketua Panitia Halal Bi Halal NU UK, Yuli Sutoto Nugroho.

Acara halal bi halal tersebut cukup meriah dengan ragam sajian khas nusantara yang dipersembahkan ibu-ibu Muslimat NU UK. Dalam kegiatan tersebut, hadir seluruh pengurus dan keluarga besar NU UK termasuk Fatayat.

Juga hadir, beberapa perwakilan organisasi lain seperti British Muslim Association, PCI Muhammadiyah UK, Alwashliyah, PPI UK dan PPI London, Keluarga Islam di Britania (KIBAR UK), Paguyuban Merah Putih, Young Indonesian Professionals’ Association (YIPA), serta beberapa komunitas pengajian lainnya. (*)